Senin, 26 November 2012

Terapi Gen Pertama Berhasil Melawan Penurunan Terkait Penuaan: Rentang Usia Tikus Memanjang hingga 24% dengan Satu Perawatan


                Weee . . . ketemu lagi nih di BIO ATMOSPHERE . . .

             Kali ini saya akan membahas penemuan terbaru, yaitu mengenai “terapi gen pertama berhasil melawan penurunan terkait penuaan”. Yuk mari kita simak beritanya sobat . . . .


        Rabu, 23 Mei 2012 - Sebuah studi baru melakukan induksi sel untuk mengekspresikan telomerase, sebuah enzim yang secara metaforis memperlambat jam biologis ternyata berhasil. Penelitian ini memberikan bukti prinsipil kalau pendekatan yang mudah dan aman ini dapat secara efektif memperpanjang umur sehat.


Sejumlah studi telah menunjukkan kalau mungkin memperpanjang usia rata-rata individu dari banyak spesies, termasuk mamalia, dengan bertindak pada gen  tertentu. Hingga kini, walau begitu, ini artinya harus mengubah gen hewan tersebut sejak tahap janin – pendekatan yang tidak praktis bagi manusia. Para peneliti dari Pusat Penelitian Kanker Nasional Spanyol (CNIO) dipimpin oleh direktur Mario Blasco, menunjukkan kalau rentang usia tikus dapat diperpanjang dengan memberikan perawatan pada usia dewasa langsung pada gen hewan tersebut. Dan mereka melakukannya dengan terapi gen, sebuah strategi yang sebelumnya belum pernah dilakukan untuk melawan penuaan. Terapi ini ditemukan aman dan efektif pada tikus.
 Hasilnya baru saja diterbitkan dalam jurnal   EMBO Molecular Medicine. Tim CNIO, bekerja sama dengan Eduard Ayuso dan Fatima Bosch dari Pusat Bioteknologi Hewan dan Terapi Gen di  Universitat Auto?noma de Barcelona (UAB), merawat tikus dewasa (usia satu tahun) dan tua (usia dua tahun) dengan terapi gen yang mengirimkan efek “meremajakan” pada kedua kasus, menurut para peneliti.
 Tikus yang dirawat pada usia satu tahun hidup 24% lebih lama secara rata-rata dan yang dirawat pada usia dua tahun lebih lama 13%. Terapi ini, lebih lanjut, menghasilkan perbaikan pada kesehatan hewan ini, menghambat penyakit terkait penuaan untuk muncul – seperti osteoporosis dan resistensi insulin – dan mencapai pembacaan yang lebih baik pada indikator penuaan seperti koordinasi syaraf otot.
 Terapi gen ini terdiri dari memperlakukan hewan dengan virus yang dimodifikasi DNA nya, gen virus diganti dengan enzim telomerase, yang berperan kunci pada penuaan. Telomerase memperbaiki ujung ekstrim dari kromosom yang disebut telomere, dan dengan ini memperlambat sel dan karenanya jam biologis tubuh. Ketika hewan terinfeksi, virus ini bertindak sebagai kendaraan untuk memasok gen telomerase ke dalam sel.
 Studi ini “menunjukkan kalau mungkin mengembangkan sebuah terapi gen anti penuaan berbasis telomerase tanpa meningkatkan insiden kanker,” kata para peneliti. “Organisme menua menumpuk kerusakan dalam DNA mereka karena pemendekan telomerase, studi ini menemukan kalau sebuah terapi gen berbasis produksi telomerase dapat memperbaiki atau memperlambat kerusakan jenis ini,” tambah mereka.

Menyetel Ulang Jam Biologis
Telomere adalah tutup yang melindungi ujung kromosom, namun ia tidak dapat melakukannya terus menerus: tiap kali sel membelah telomere menjadi semakin pendek, hingga terlalu pendek sehingga tidak lagi berfungsi. Sel, sebagai hasilnya, berhenti membelah dan menua atau mati. Telomerase mencegah telomere memendek atau bahkan menyusun ulangnya. Apa yang ia lakukan, pada dasarnya, menghentikan atau menyetel ulang jam biologis sel.
 Namun pada sebagian besar sel, gen telomerase hanya aktif sebelum lahir; sel pada organisme dewasa, dengan beberapa pengecualian, tidak memiliki telomerase. Pengecualian ini adalah sel punca dewasa dan sel kanker, yang membelah tak terbatas dan karenanya abadi – faktanya beberapa studi menunjukkan kalau ekspresi telomerase adalah kunci keabadian sel tumor.
 Resiko ini lah yang menyebabkan perkembangan tumor menghambat penyelidikan terapi anti penuaan berbasis telomerase.
 Tahun 2007, kelompok Blasco menunjukkan kalau adalah mungkin memperpanjang usia tikus transgenik, yang genomnya telah diubah secara permanen pada tahap janin, dengan menyebabkan sel mereka mengekspresikan telomerase dan juga salinan ekstra gen resisten kanker. Hewan ini hidup 40% lebih panjang dari normal dan tidak mengembangkan kanker.
 Tikus yang menjadi subjek terapi gen sekarang dalam uji sejenis untuk kanker. Para peneliti percaya ini karena terapi dimulai ketika hewan itu dewasa sehingga tidak cukup waktu untuk menumpuk jumlah pembelahan menyimpang untuk kemunculan tumor.
Juga yang penting adalah jenis virus yang digunakan untuk membawa gen telomerase ke sel. Para pengarang memilih virus yang terbukti aman yang telah berhasil dipakai dalam perawatan terapi gen hemofilia dan penyakit mata. Khususnya, mereka merupakan virus non replikasi dari yang lain yang tidak patogen pada manusia.
Studi ini terutama dipandang sebagai “bukti prinsip kalau terapi gen telomerase itu mungkin dan merupakan pendekatan yang aman untuk meningkatkan rentang usia dan melawan penyakit yang berasosiasi dengan telomere pendek,” kata Virginia Boccardi (Second University of Naples) dan Utz Herbig (New Jersey Medical School-­?University Hospital Cancer Centre) dalam sebuah komentar yang diterbitkan dalam jurnal yang sama.
Walaupun terapi ini tidak dapat diterapkan sebagai perawatan anti penuaan pada manusia dalam jangka pendek, ia dapat membuka pilihan baru perawatan penyakit yang berkaitan dengan adanya jaringan dalam telomere yang pendek secara abnormal, seperti dalam beberapa kasus fibrosis pulmoner.
Usia Sehat yang Lebih Panjang
Seperti dikatakan Blasco, “penuaan saat ini tidak dipandang sebagai penyakit, namun para peneliti cenderung mulai memandang kalau ini adalah asal usul resistensi insulin atau penyakit kardiovaskuler, yang insidennya meningkat seiring bertambahnya usia. Dalam merawat penuaan sel, kita dapat mencegah penyakit ini.”
Dengan melihat pada terapi yang sedang diuji, Bosch menjelaskan: “Karena vektor yang kami gunakan untuk mengekspresikan gen target (telomerase) dalam jangka panjang, kami mampu menggunakan satu perawatan saja. Ini hanya merupakan solusi praktis bagi terapi anti penuaan, karena strategi lain membutuhkan obat untuk diberikan sepanjang usia pasien, meningkatkan resiko efek samping.”

Sabtu, 17 November 2012

Jamur Merang


     Jamur merupakan salah satu bahan pangan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi non kolesterol. Jamur kaya akan protein. Bahkan dari penelitian dari para ahli jamur , jamur sebagai makanan anti kolesterol dan bahkan bisa mencegah kanker.
     Jamur merang (Volvariella volvecea, sinonim: Volvaria volvacea, Agaricus virgata atau Vaginata virgata) atau kulat jumpung dalam bahasa Aceh adalah salah satu spesies jamur pangan yang banyak dibudidayakan di AsiaTimur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis. Jamur Merang atau banyak yang mengenal dengan jamur kancing yang memang bentuknya seperti kancing. Warnanya bisa putih keabu-abuan atau kecoklatan. Ciri khas dari jamur ini adalah bentuknya yang bulat dan ditutupi semacam tudung.
     Jamur merang dikenal sebagai warm mushroom, hidup dan mampu bertahan pada suhu yang relatif tinggi, antara 30-38°C dengan suhu optimum pada 35°C.



     Beragam kandungan gizi yang ada pada jamur merang
> Asam amino esensial
   Terdapat 20 macam asam-asam amino yang terkandung dalam jamur merang. Dari 20 macam itu di antaranya adalah isoleucin, methionin, lysine, histidin, trythopan threonin, phenylalanine, leucin, dan masih banyak asam amino yang lainnya. Asam amino ini dibutuhkan untuk sintesa protein maupun enzim-enzim yang dibutuhkan oleh manusia.
> Lemak
   Kandungan lemak pada jamur merang sangat rendah, yaitu 7,3% . Kandungan terbanyak berupa provitamin D2 dan r-ergegosterol. Sebagian besar lemak yang dikandung berupa asam lemak tak jenuh (asam linoleat), karena itu dapat mengutungkan bagi kesehatan kita.
> Vitamin
   Jamur merang mengandung vitamin-vitamin terutama: Thiamin (Vit B1), Riboflavin (Vit B2), Niacin, Biotin & Asam ascorbat (Vit C). Dan selain itu provitamin D2 yang dengan bantuan sinar ultraviolet dapat diubah menjadi Vit D.
Selain itu pun ada Asam Folat dalam jamur merang. Asam Folat biasanya terdapat pada sayur-sayuran berhijau daun. Asam Folat perlu untuk tubuh kita dan digunakan dalam pembelahan sel-sel butir darah merah.
> Mineral
   Jamur juga mengandung mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh kit, antara lain unsur-unsur: K, P, Na & Mg yang cukup. Sehingga dapat digunakan oleh sel-sel tubuh kita untuk tumbuh maupun bermetabolisme.
     Jamur Merang sangat bermanfaat karena memiliki bermacam-macam enzim, salah satunya itu tripsin.Tipsin yang ada dalam kandungan jamur merang berfungsi untuk mengatasi sembelit, mencegah penyakit kanker kolon serta menjaga kesehatan atas pencernaan yang ada dalam tubuh Anda. Jamur Merang dapat juga di gunakan sebagai pelindung, karena kandungan vitamin B - kompleksnya yang termasuk riboflavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap.
     Berikut ini adaleh beberapa contoh khasiat jamur merang yang sangat bagus bagi kesehatan:
1. Jamur bisa menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh dan meningkatkan produksi kolesterol baik.
2. Mampu menurunkan tekanan darah tinggi dan penyakit stroke.
3. Mengurangi resiko Anda terkena penyakit jantung yang berbahaya.
4. Mengurangi resiko Anda terserang penyakit kanker.
5. Kandungan proteinnya yang tinggi sangat baik untuk membantu metabolisme yang terjadi dalam tubuh.
6. Manfaat jamur merang juga terletak pada kandungan vitaminnya. Vitamin B kompleks dan C-nya mampu meningkatkan kekebalan/daya tahan tubuh dari penyakit.
7. Zat eritadenin yang merupakan zat aktif dalam jamur merang dipercaya memiliki kemampuan untuk menawarkan racun yang ada di dalam tubuh.
8. Zat antibiotik jamur mampu mengurangi resiko Anda terkena berbagai penyakit.
9. Kandungan serat pangan pada jamur merang yang cukup tinggi, baik untuk sistem pencernaan tubuh. Manfaat jamur merang yang satu ini bisa sangat berguna bagi Anda yang sedang diet.
10.Jamur merupakan sumber enzim yang cukup baik. Salah satu enzimnya adalah tripsin yang tentu bermanfaat dalam proses pencernaan.      

Biasanya orang yang mengkonsumsi jamur bukan hanya karena rasanya yang lumayan lezat, akan tetapi bisa juga di karenakan akan manfaat dari kandungan gizi yang terkandung dalam jamur itu sendiri. Faktor khasiat dan manfaat inilah yang faktor orang pada mengkonsumsi jamur. Dimana guna untukmenjaga kesehatan tubuh dan hal lain yang berkaitan dengan vitalitas. Tidaklah mengherankan jika berbagai jenis jamur kini menjadi bagian dari menu favorit di sejumlah rumah makan.

SUMBER :

Jumat, 16 November 2012

PENGARUH SOFT DRINK TEHADAP BENTUK DARAH

     Saat ini soft drink bukanlah minuman yang asing lagi bagi kita. Banyak tempat-tempat makan ataupun tempat-tempat tongkrongan anak muda yang menyediakan minuman ini. Softdrink memiliki banyak penggemar, terutama kaum muda. Sebagai konsumen kita perlu tahu apa manfaat dan kerugian dari apa yang kita konsumsi. Apa sih sebenarnya soft drink itu ? Kandungan apa yang ada di dalamnya ?
     Soft drink diartikan sebagain minuman ringan yang berkarbonisasi/bersoda. Karbonasi merupakan efek penginjeksian gas karbondioksida ke dalam minuman. Karbondioksida adalah sebuah gas yang tidak berwarna dan tidak beracun pada konsentrasi yang sesuai/biasa. Tapi, perlu diketahui bahwa minuman ringan tersebut memang memiliki nilai gizi yang ringan juga. Soft drink memiliki kadar gula yang tinggi dan tidak memiliki zat gizi lain yang berarti. selain itu, soft drink juga memiliki beban glikemik tinggi dibandingkan dengan makanan dan minuman yang lain (Mueller 2009).
     Soft drink menurut (Vartanian 2006) dalam meta analisis yang meneliti hubungan antara konsumsi soft drink, nutrisi dan kesehatan yang menyatakan bahwa soft drink dapat meningkatkan berat badan dan dapat meningkatkan beberapa resiko kesehatan, diantaranya: diabetes dan dapat melemahkan sistem imunitas. Selain dapat melemahkan sistem imunitas, konsumsi soft drink secara berlebihan juga dapat merusak proses pencernaan. Penggunaan karbondioksida yang berlebihan dapat menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan. Hal ini terjadi jika mengkonsumsinya bersamaan dengan makanan, atau setelahnya. Selain itu juga dapat menyebabkan peniadaan fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung, yang selanjutnya mengganggu proses pencernaan dan pengambilan sari-sari makanan.
     Meningkatnya konsumsi soft drink yang diikuti dengan penurunan konsumsi susu, menyebabkan seseorang dapat mengalami penurunan asupan kalsium. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis, terutama perempuan dan mengarah pada kejadian fraktur tulang. Ia juga menjelaskan bahwa ada suatu penelitian yang menyatakan konsumsi softdrink dapat menyebabkan kejadian fraktur tulang pada anak. Studi yang dilakukan pada anak berusia 3-15 tahun dengan fraktur tulang hebat memiliki tingkat kepadatan tulang yang rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh asupan kalsium yang rendah. Dalam sumsum tulang, semua sel darah berasal dari satu jenis sel terspesialisasi yang disebut sel batang. Apabila sel induk membelah, pertama kali menjadi sel darah merah tidak matang, sel darah putih, atau platelet yang memproduksi sel. Sel imatur kemudian membagi menjadi dewasa lebih lanjut dan akhirnya menjadi sel darah merah dewasa, sel darah putih, atau platelet.
     Hubungan mengkonsumsi soft drink dengan pembentukan sel darah manusia sangat berkaitan dengan tingkat keasaman pada soft drink tersebut.  Misalnya pada sel darah merah Hemoglobin (Hb). Hemoglobin merupakan komponen esensial sel-sel darah merah (eritrosit). Eritrosit dibentuk dalam sumsum tulang. Bila jumlah sel darah merah berkurang, hormon eritpoietin yang diproduksi oleh ginjal, akan menstimulir pembentukan sel darah merah. Karena sel darah merah tidak mengandung inti sel (nukleus), maka sel tersebut tidak dapat mensintesis enzim untuk kelangsungan hidupnya. Kehidupan sel darah merah hanya sepanjang masih terdapatnya enzim yang masih berfungsi (untuk membawa oksigen dan karbondioksida), dan biasanya hanya sekitar 4 bulan. Kecepatan penghancuran sel darah merah akan meningkat bila tubuh kekurangan vitamin C, vitamin E, atau vitamin B12 (yang membantu pembentukan sel-sel darah merah).
     Seperti bila banyak mengkonsumsi soft drink, bentuk sel darah kita dapat menjadi seperti tumpukan koin (Rouleau) yaitu ketika darah sampai pada kondisi kekurangan jumlah oksigen yang dapat diangkut. Kondisi ini disebabkan oleh lemak tinggi, diet protein dan keasaman tinggi. Darah akan terlihat seperti tupukan koin jika meminum satu soda dan akan tetap seperti itu selama sedikitnya dua jam. Karena sel-sel tidak mendapatkan oksigen maka konsumer akan merasa lelah, memiliki pencernaan yang buruk, dan gangguan kulit. Lebih parah dari Rouleau, sel darah merah dapat berbentuk agregasi. Hal ini sering terlihat pada orang dengan penyakit degeneratif. Hal ini disebabkan oleh lemak dan protein tercerna dan keasaman tinggi. Degenerasi jaringan selalu mengikuti oksigen rendah dan keasaman. Kondisi ini dapat mendahului sebuah gumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jangtung. Proses tersebut bisa terjadi juga pada saat pH darah menurun, kurva disosiasi hemoglobin-oksigen akan bergeser ke kanan, menunjukkan bahwa hemoglobin kurang tersaturasi walaupun berada di tekanan parsial oksigen tinggi. Perubahan ini dinamakan sebgai Borh effect, dimana hemoglobin bertindak sebagai buffer.

S u m b e r  :

Senin, 12 November 2012

Tanaman Anti Nyamuk

Selama ini tumbuhan anti nyamuk yang populer baru lavender. Sebenarnya ada lagi tanaman lain yang bisa menangkal kehadiran nyamuk. Apalagi musim penghujan mulai tiba, saatnya kita waspada dari wabah penyakit demam berdarah, cikungunya, dan penyakit lain yang disebabkan nyamuk. Bagikamu yang belum tahu, ini dia 7 tanaman yang bisa digunakan sebagai pengusir nyamuk.
1. Geranium
    Nama lainnya tapak dara. Tanaman ini mangandung geraniol dan sitronelol yang dapat mengusir nyamuk. Kedua zat yang dimiliki Geranium dapat dengan mudah terbang memenuhi udara. Tanam saja Geranium ke dalam pot atau langsung di tanah. Tempatkan di tempat yang mudah terkena tiupan angin, saat daun-daun Geranium bergesekan, aroma zat yang ada di tanaman ini akan tercium, membuat nyamuk menjauh dari ruangan.



2. Zodia
    Tanaman ini asli dari Indonesia berasal dari Papua, dimana orang-orang Papua akan menggosok-gosokkan daun ini sebelum masuk hutan agar terlindung dari serangga terutama nyamuk. Zodia memiliki dua zat yang membuat nyamuk kabur, yaitu Evodiamine dan Rutaecarpine. Untuk merasakan manfaatnya, zodia bisa ditanam di ruang yang banyak tertiup angin agar aromanya tercium dan mengusir nyamuk.



3. Serai wangi
    Serai akrab dikenal sebagai salah satu bumbu dapur, tapi ia memiliki zat Geraniol dan Sitronelol yang tidak disukai nyamuk. Menanam serai cukup mudah, tinggal tempatkan di pekarangan rumah saja.



4. Akar wangi
    Tanaman ini dapat mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai nyamuk Aedes aegypti. Tanam akar wangi di pekarangan rumah untuk merasakan manfaatnya.



5. Lavender
    Tanaman ini aslinya dari Swiss, dan telah dimanfaatkan sebagai bahan pembuat lotion anti nyamuk. Bunga lavender yang berwarna ungu memiliki zat Linalool dan Lynalyl acetate yang tidak disukai nyamuk. Tanam lavender dalam pot atau tanah, untuk merasakan manfaatnya ambil bunganya dan gosok-gosokkan ke kulit.



6. Rosemary
    Bunga Rosemary menghasilkan bau seperti aroma minyak kayu putih. Aroma yang tidak disukai nyamuk karena mengacaukan penciumannya. Tanaman ini dapat di tanam dalam pot atau tanah. Di dekat jendela. Untuk pemanfaatannya, ambil daunnya yang berbentuk jarum dan digosokkan ke kulit.



7. Kecombrang
    Kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera eliator; sinonim Nocoleila alatior, Phaeomeria speciosa) adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna dan bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Bunga ini juga dapat mengusir nyamuk. Nama lainnya adalah kincung (Medan) serta siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya kaalaa, harga tanaman ini cuma 1500/satuannya.
    


Nah guys, sekarang kita tahu tanaman-tanaman apa aja yang bisa kita manfaatkan untuk mengusir nyamuk. Info ini bukan hasil penelitian saya sendiri, saya mengambilnya dari
http://biologipedia.blogspot.com/2012/01/tanaman-anti-nyamuk.html

Minggu, 11 November 2012

SEL

A. TEORI MENGENAI SEL
Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori mengenai sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut:
1. Marcello Malpighi (1628-1694)
Seorang ilmuan dan dokter Italia mempelajari struktur-struktur tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan, dan menamakan sel-sel 'globulus' dan 'sacculus'. Dialah yang dianggap sebagai 'Bapak Anatomi Mikroskopi' dan menemukan adanya kapiler-kapiler darah yang kira-kira 30 tahun sebelumnya sudah diperkirakan adanya William Harvey.
2. Anthoni van Leeuwenhoek (1632-1723)
Seorang ahli mikroskop dari negeri Belanda, mempelajari struktur seluler tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan, termasuk bacteria, protozoa dan spermatozoa.
3. Robert Hook (1635-1703)
Ia mencoba melihat struktur  sel pada sayatan gabus si bawah mikroskop. dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga-rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. satuan rongga tersebut dinamakan sel.

4. Mathius Scleiden (1804-1881) dan Theodor Schwann (1810-1882)
Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Scleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut, ia melihat bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel.
Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.
5. Robert Brown
Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.
6. Felix Durjadin dan Johanes Purkinye
Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johanes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.
7. Max Schultze (1825-1874)
Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup.

Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel, antara lain:

  1. Sel merupakan unit struktural makhluk hidup
  2. Sel merupakan unit fungsional makhluk hidup
  3. Sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup
  4. Sel merupakan unit hereditas
B. STRUKTUR DAN PERANAN BAGIAN-BAGIAN SEL

                                                                  Sel hewan

                                                              Sel Tumbuhan

Secara anatomis, sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma)
    Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak dan senyawa protein). Seleput plasma bersifat selektif permiabel atau semi permiabel. yang artinya hanya dapat dimasuki oleh molekul tertentu saja. Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain. Khusus pada sel tumbuhan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktural lagi yang letaknya di luar selapu plasma yang disebut Dinding sel. Dinding sel terdiri dari dua lapis senyawa selulosa, di antara kedualapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan lamel tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Subrine, dan lain-lain. Selein itu pada dinding sel tumbuhan terkadang terdapat celah yang disebut noktah. Pada noktah sering terdapat penjuluran sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.
2. Sitoplasma dan organel sel
    Bagian yang cair dalam sel dinamakan sitoplasma. Khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma. sedangkan bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu dinamakan organel sel. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup (menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Organel sel tersebut antara lain:
  1. Retikulum endoplasma, yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Fungsi RE adalah sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri.
  2. Ribosom, meupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel. Fungsi dari ribosom adalah sebagai tempat sintesis protein.
  3. Mitokondria, fungsinya sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi). Karena itu, mitokondria diberijulukan "The Power House".
  4. Lisosom, fungsinya adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler.
  5. Badan Golgo (Aparatus Golgi = Diktiosom). organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi
  6. Sentrosom (sentriol), berfungsi dalam pembelehan sel (Mitosis dan Meiosis). sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam meiosis dan mitosis.
  7. Plastida, merupakan organel spesifik yang terdapat pada sel tumbuhan. Di dalam plastida terdapat zat pigmen. Mekanisme kerja plastida sangat dipengaruhi rangsang cahaya. pada lingkungan yang terdapat banyak penyinaran matahari, maka plastida menghasilkan pigmen warna yang disebut kloroplas, antara lain pigmen hijau (klorofil), kuning (xantin), dan kuning kemerah-merahan (xantofil). plastida yang tidak terkena cahaya matahari tidak akan menghasilkan pigmen warna yang disebut leukoplas atau amiloplas yaitu untuk tempat amilum.
  8. Vakuola, ialah organela sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang disebut tonoplas. Vakuola berisi garam-garam organik, glikosida, tanin, (zat penyamak), minyak eteris, alkaloid, enzim, butir-butir pati. Vakuola berperan untuk menyimpan zat makanan berupa sukrosa dan garam mineral, selain juga berfungsi sebagai tempat penimbunan sisa metabolisme. Terdapat dua jenis vakuola, yaitu vakuola kontraktil (mengatur nilai osmotik dalam sel)  dan vakuola non kontraktil (mencena makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh tubuh).
  9. Mikrotubulus, berfungsi untuk mempertahankan bantuk sel dan sebagai "rangka sel". Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentukan sentriol, flagella, dan silia.
  10. Mikrofilamen. Seperti mikrotubulus, tetapi lebih lembut. terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.
3. Inti sel (Nukleus)
    Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu:
  • Selaput inti (Karioteka)
  • Nukleoplasma (Kariolimfa)
  • Kromatin/Kromosom
  • Nukleolus (anak inti)
Berdasarkan ada tidaknya selaput inti, kita mengenal 2 pengglongan sel, yaitu :
* Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya bakteri.
* Sel Eukarioik (sel yang memiliki selaput inti)
Fungsi dari inti sel adalah mengatur semua aktifitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi DNA yang mengatur sintesis protein.

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | Free Website Templates